Rapat Tim Monitoring Peredaran Pupuk Bersubsidi

Untuk mencegah agar tidak terjadi penyimpangan dalam pengadaan, peredaran dan penggunaan pupuk bersubsidi di tingkat distributor, pengecer dan kelompok tani, pemerintah kota Pematangsiantar melalui bagian administrasi perekonomian melaksanakan rapat tim monitoring peredaran pupuk bersubsidi triwulan pertama tahun 2018, di ruang data Jalan Merdeka nomor 6, Kamis (22/3).

Rapat dibuka Wali Kota diwakili Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan, Drs. M Akhir Harahap, dalam sambutannya Ia menjelaskan, Kota Pematangsiantar mempunyai areal pertanian sawah dengan luas 2.314 Ha sedangkan areal pertanian darat seluas 1.619,0 Ha, dengan jumlah kelompok tani 110, yang beranggotakan sekitar 4.558 orang, di empat kecamatan.

Sedangkan kebutuhan pupuk di kota Pematangsiantar pada tahun 2018 diperkirakan sebanyak 2.826 ton dengan berbagai jenis pupuk kemasan 50 Kg, selanjutnya jumlah yang terealisasi dari bulan Januari hingga Februari 2018 mencapai 167 ton, untuk itu, kata Asisten II, mari bersama-sama kita monitoring pendistribusian pupuk bersubsidi ini agar tepat sasaran, katanya.

Kepala bagian administrasi perekonomian, Abdul Khodir Siregar, SE dalam laporannya mengatakan, rapat tim monitoring peredaran pupuk bersubsidi triwulan pertama tahun 2018 ini, bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan diharapkan penyaluran pupuk bersubsidi ke tingkat petani didasari enam asas, yaitu tepat waktu, jenis, jumlah, tempat, mutu dan harga sesuai HET, katanya.

Rapat tim monitoring peredaran pupuk bersubsidi di ikuti Polres Pematangsiantar, Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, OPD terkait antara lain, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Diskoprerindag, Satpol PP, bagian Hukum dan bagian humas, Kasi PMK Kecamatan Martoba, Marimbun, Marihat, dan Sitalasari, juga hadir produsen pupuk bersubsidi, distributor dan kios pengecer. (Humas/C3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *