Gejala, Pencegahan dan Penanganan Penyakit Mulut Kuku Pada Hewan

PENYAKIT MULUT DAN KUKU

Penyakit mulut dan kuku (PMK) juga dikenal sebagai Foot and Mouth Disease (FMD). Jenis penyakit ini disebabkan dari virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus yakni Aphtaee epizootecae.

Masa inkubasi dari penyakit 1-14 hari yakni masa sejak hewan tertular penyakit hingga timbul gejala penyakit Virus ini dapat bertahan lama di lingkungan dan bertahan hidup pada tulang, kelenjar, susu, serta produk susu.

Tingkat penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) cukup tinggi, tetapi tingkat kematian hanya 1-5%.  Sehingga jika ditemukan ternak terlihat lemah, lesu, kaki pincang, air liur berlebihan, tidak mau makan, dan mulut melepuh segera hubungi Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar di Nomor 081260450187; 081361381741; 082294233361

GEJALA KLINIS HEWAN TERTULAR PMK

Gejala pada Sapi

  1. Terdapat demam (pyrexia) hingga mencapai 41°C dan menggigil
  2. Mengalami anorexia (tidak nafsu makan)
  3. Penurunan produksi susu yang drastis pada sapi perah untuk 2-3 hari
  4. Keluar air liur berlebihan (hipersativasi)
  5. Saliva terlihat menggantung, air liur berbusa di lantai kandang.
  6. Pembengkakan kelenjar submandibular.
  7. Hewan lebih sering berbaring
  8. Luka pada kuku dan kukunya lepas.
  9. Menggeretakan gigi, menggosokkan mulut, leleran mulut, suka menendangkan kaki.
  10. Efek ini disebabkan karena vesikula (lepuhan) pada membrane mukosa hidung dan bukal, lidah, nostril, moncong, bibir, puting, ambing, kelenjar susu, ujung kuku, dan sela antar kuku.
  11. Terjadi komplikasi berupa erosi di lidah dan superinfeksi dari lesi, mastitis dan penurunan produksi susu permanen,
  12. Mengalami myocarditis dan abotus kematian pada hewan muda,
  13. Kehilangan berat badan permanen, kehilangan kontrol panas.

Pada Domba dan Kambing

  1. Lesi kurang terlihat, atau lesi pada kaki bisa juga tidak terlihat.
  2. Lesi / lepuh pada sekitar gigi domba
  3. Kematian pada hewan muda.
  4. Keluar air liur berlebihan (hipersativasi)

PENCEGAHAN PENULARAN DAN PENYEBARAN VIRUS PMK

Biosekuriti Barang

  1. Disposal yakni pemusnahan barang – barang yang terkontaminasi
  2. Dekontaminasi yaitu semua barang yang masuk kandang perlu disanitasi dengan melakukan desinfeksi, fumigasi, atau disinari lampu ultra violet.

Biosekuriti Kandang

  1. Melakukan desinfeksi kandang dan peralatan secara berkala setelah selesai digunakan
  2. Melakukan desinfeksi lingkungan sekitar kandang secara berkala dan Dekontaminasi yakni dengan cara mencuci kandang, peralatan, kendaraan, dan bahan-bahan lain yang memungkinkan bisa menularkan PMK dengan deterjen atau disinfektan.
  3. Memastikan kendang senantiasa dalam keadaan kering dan tidak lembab.

Biosekuriti pada Peternak

  1. Peternak wajib masuk ke ruang semprot disinfektan
  2. Peternak yang masuk kadang harus ganti baju lengkap dengan seragam (APD), sepatu boot, dan masker

Biosekuriti Tamu Kunjungan

  1. Tamu yang masuk ke kandang harus ganti baju lengkap dengan seragam lengkap (APD), sepatu boot, dan masker.
  2. Tamu masuk ke kandang melalui biosecurity spraying dan harus melakukan celup kaki dan cuci tangan di tempat disinfektan kandang

Biosekuriti kendaraan

  1. Ban dan bagian bawah kendaraan perlu disemprot dengan menggunakan larutan disinfektan atau melalui bak dipping kendaraan.

Biosekuriti Ternak

  1. Setiap ternak yang baru masuk ke lokasi peternakan perlu ditempatkan terlebih dulu di kandang karantika/isolasi selama 14 hari dan dilakukan pengamatan yang intensif terhadap gejala penyakit.
  2. Jika terdapat gejala klinis penyakit, maka segera pisahkan dan dimasukkan ke kandang isolasi dan ditangani lebih lanjut oleh petugas kesehatan hewan dan dilaporkan pada dinas peternakan setempat.
  3. Perlindungan pada zona bebas dengan membatasi gerakan hewan, pengawasan lalu lintas dan pelaksanaan surveilans.
  4. Pemotongan hewan terinfeksi, hewan baru sembuh, dan hewan – hewan yang kemungkinan kontak dengan agen PMK.
  5. Musnahkan bangkai, sampah, serta seluruh produk hewan pada area yang terinfeksi.
  6. Pelarangan pemasukan ternak baru dari daerah tertular
  7. Untuk peternakan yang dekat daerah tertular maka ada anjuran untuk melaksanakan Vaksin virus aktif yang mengandung adjuvant
  8. Kekebalan 6 bulan setelah dua kali pemberian vaksin, sebagian tergantung pada antigen yang berhubungan antara vaksin dan strain yang sedang mewabah.


PENANGANAN DAN PENGENDALIAN TERNAK

Bagi ternak yang telah terinfeksi virus, maka ada beberapa metode alternative pengobatan dan pengendalian dengan cara berikut ini :

  1. Penanganan awal pada sapi yang terinfeksi
  2. Meningkatkan kekebalan ternak dengan memberikan ramuan jamu-jamuan seperti kunyit, serai dan gula merah yang diberikan sebanyak dua kali dalam sehari.
  3. Hewan yang terserang penyakit harus dikarantina yakni dipisahkan dari hewan yang sehat selama masa pengobatan
  • Pencegahan pada sapi yang sehat
  • Hewan yang tidak terinfeksi harus ditempatkan dalam kandang yang kering dan dibiarkan bebas jalan-jalan.
  • Berikan pakan yang cukup untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh hewan yang sehat
  • Pada kaki hewan ternak yang sehat diolesi larutan obat merah seperti Betadine setiap hari selama satu minggu, kemudian setelah itu terapi dilakukan seminggu sekali sebagai cara yang efektif untuk pencegahan PMK pada ternak sapi.

TINDAKAN PERTAMA PADA KASUS

Melaporkan kasus terkait PMK dengan menghubungi Petugas Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar di Nomor 081260450187; 081361381741; 082294233361

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *