Plt Wali Kota Pematang Siantar Pimpin Apel Kesiapan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

Plt Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani Sp.A memimpin Apel Kesiapan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Apel berlangsung di Lapangan H Adam Malik Kota Pematang Siantar, Jumat (12/8/2022) sekitar pukul 08.00 WIB.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dalam amanatnya yang dibacakan Plt Wali Kota menerangkan, Apel Kesiapan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan merupakan satu tahapan penting untuk mengingatkan kita akan perlunya upaya memelihara kelestarian hutan dan lahan yang ada di Indonesia. Hal ini terutama karena indonesia merupakan paru-paru dunia ketiga berdasarkan data World Resources Institute 2021, setelah negara Brazil dan Kongo.

Hal tersebut menunjukkan upaya menjaga kelestarian hutan dan lahan Indonesia merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian dunia. Oleh karena itu melalui kegiatan ini diharapkan menjadi suatu trigger untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan, mulai pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh instansi terkait lainnya, serta organisasi pecinta lingkungan, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, dalam rangka mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

“Saya menyadari upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan ini bukanlah hal yang mudah. Banyak faktor penyebab kebakaran hutan di Indonesia, di antaranya yaitu faktor alam dan faktor manusia, baik yang dilakukan dengan sengaja, kelalaian, ataupun karena motif ekonomi seperti untuk membuka lahan,” jelasnya.

Selain berdampak terhadap perekonomian, kebakaran hutan, dan lahan juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Tercatat pada September 2019, lebih dari 900 ribu orang mengalami gangguan pernafasan sebagai dampak kebakaran dan kabut asap. Di samping itu, kebakaran hutan juga menyebabkan terganggunya ekosistem dan kerusakan lingkungan.

Dalam mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan, lanjutnya, terdapat tiga langkah penanggulangan yang dapat dilaksanakan. Pertama, pencegahan dengan memberikan sosialisasi yang berisi imbauan kepada masyarakat. Hal ini merupakan upaya yang paling utama dalam membangun kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Kedua, kecepatan penanganan pada saat terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Pada saat penanganan karhutla, para pimpinan wilayah agar melakukan penanggulangan secara cepat serta melaporkan kepada pimpinan tingkat provinsi, sehingga dapat memberikan dukungan personel maupun sarana prasarana pendukung.

Upaya ketiga, yaitu melakukan penegakan hukum serta mengungkap fakta terjadinya kebakaran hutan dan lahan tersebut.

Usai apel, dilanjutkan kegiatan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih secara simbolis kepada camat dan Kapolsek se-Kota Pematang Siantar. Plt Wali Kota bersama Unsur Forkopimda Kota Pematang Siantar membagikan bendera merah putih kepada pengendara roda dua, roda tiga, dan juga roda empat.

Turut hadir, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematang Siantar Budi Utari Siregar AP, para pimpinan OPD Kota Pematang Siantar, dan para camat se-Kota Pematang Siantar. (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.